Sampah berputar, nilai bertumbuh, lingkungan bersih.
“Smart TPS bukan tempat pembuangan — tetapi pusat ekonomi sirkular.”
Pilot Project — 1 RW, Kabupaten Tangerang
Satu siklus, dari rumah sampai jadi nilai.
Delapan tahap yang saling menyambung dalam satu putaran tertutup — sampah tidak pernah benar-benar "dibuang", ia berputar kembali jadi pupuk, material industri, atau point di tangan warga.
Pilah di Rumah
Setiap rumah tangga menerima QR Code unik, tempat sampah organik & anorganik, dan edukasi pemilahan — organik (sisa makanan, daun) dipisah dari anorganik (PET, HDPE, kardus, logam).
Empat lapis manfaat dari satu sistem.
Bukan cuma soal sampah berkurang — satu siklus yang sama menghasilkan nilai lingkungan, ekonomi, sosial, dan digital sekaligus.
Bumi yang bernapas lebih lega
- Sampah ke TPA berkurang hingga 90%
- Lingkungan RW jadi lebih bersih
- Emisi karbon turun dari pengolahan lokal
- Sumber daya alam terjaga untuk generasi berikutnya
Sampah jadi sumber penghasilan
- Nilai ekonomi baru dari material daur ulang
- Lapangan kerja baru di Smart TPS
- UMKM & industri daur ulang lokal berkembang
- Pendapatan mengalir balik ke point warga
Kebiasaan baru, gotong royong digital
- Perilaku peduli lingkungan tumbuh dari rumah
- Gotong royong digital antarwarga RT/RW
- Edukasi berkelanjutan lewat aplikasi
- Masyarakat lebih sehat, lingkungan lebih layak huni
Data yang mengalir sampai ke kebijakan
- Data transparan dari rumah hingga pemerintah
- Sistem terintegrasi lintas peran
- Keputusan berbasis data real-time
- Ruang terbuka untuk inovasi berkelanjutan
Satu aplikasi, empat sudut pandang.
Warga memantau setoran dan point-nya sendiri, sementara RW/RT, Pemerintah, dan Yayasan melihat gambaran yang sama dari skala yang berbeda — semua dari data yang sama, real-time.
Kelola sampah dengan SmartWaste Circular.
Bergabung dalam ekosistem circular economy berbasis komunitas — satu RW hari ini, seluruh Indonesia esok hari.